Panduan · Terbit · Diperbarui
Verifikasi akun langkah demi langkah: tiga langkah, apa yang diperiksa di tiap langkah, apa yang sudah bisa jalan sebelum selesai, dan apa yang menahannya
Verifikasi di Kasera Pay terdiri dari tiga langkah, dan yang pertama membuka hal yang berbeda dari dua berikutnya. Langkah pertama, verifikasi dasar, membuka penerimaan pembayaran. Langkah kedua, KYC pribadi, dan langkah ketiga, KYC usaha, bersama-sama membuka jalan keluar uangnya: keduanya dikirim sebagai satu aplikasi dan ditinjau bersama.
Urutan itu menentukan satu hal yang perlu diketahui sebelum mulai: menunda dua langkah terakhir tidak menghentikan penjualan sama sekali. Pembayaran tetap masuk, tetap tercatat lunas, dan saldonya tetap bertambah, hanya tidak bisa dicairkan. Halaman ini merinci isi tiap langkah, jalur khusus untuk badan usaha, arti tiap status aplikasi, dan penyebab paling umum sebuah akun berhenti di tengah jalan.
Langkah 1: verifikasi dasar
Dua bagian, dikerjakan berurutan karena bagian kedua terkunci sampai bagian pertama selesai. Di atasnya, formulir menceritakan singkat cara kerja Kasera Pay: verifikasi, buat link pembayaran atau QRIS, pembeli membayar, dana cair ke rekening.
- Email. Kode enam digit dikirim ke alamat yang didaftarkan, lalu dimasukkan kembali di formulir. Sebelum ini selesai, bagian nomor WhatsApp masih terkunci.
- Nomor WhatsApp. Kode enam digit lagi, kali ini dikirim lewat WhatsApp ke nomor yang diisi, jadi nomornya harus benar-benar aktif di WhatsApp dan bisa dibuka saat itu juga. Nomor kantor yang hanya menerima telepon biasa akan berhenti di sini.
Setelah keduanya selesai, formulir menawarkan lanjut ke verifikasi identitas atau menundanya. Menunda adalah pilihan yang sah dan tidak menghalangi apa pun kecuali pencairan.
Langkah 2: KYC pribadi
Identitas orang yang memegang akun. Foto dulu, karena kartunya mengisi sebagian kolom di bawahnya.
- Foto KTP dan swafoto. Dua berkas, dengan format dan ukuran yang tercantum di halaman verifikasi akun. Berkasnya diperiksa dari isi datanya, bukan dari nama atau ekstensi berkas, jadi gambar yang diganti namanya menjadi format lain tetap ditolak. Keduanya tersimpan begitu diunggah.
- Identitas. Nama lengkap sesuai KTP, NIK, tempat dan tanggal lahir. Nama dan NIK terisi dari foto KTP kalau terbaca, dan tetap bisa diperbaiki. Tanggal lahir terisi otomatis dari NIK; kalau yang tercetak di kartu berbeda, formulir menandainya sebagai peringatan dan tetap membiarkan angkanya diperbaiki, karena tanggal yang tersandi di NIK memang tidak selalu sama dengan yang tercetak.
- Alamat KTP. Provinsi, kota atau kabupaten, kecamatan, dan kelurahan dipilih dari daftar wilayah resmi, bukan diketik bebas. Cara tercepat adalah mengetik nama kelurahan di kolom pencarian dan membiarkan tiga tingkat di atasnya terisi sendiri. Sisanya, nama jalan dan nomor, diketik terpisah sesuai yang tertera di kartu.
Tombol Lanjut ke data usaha menyimpan seluruh langkah ini, jadi reload sesudahnya kembali ke langkah ketiga, bukan ke KTP. Dokumen yang sudah diunggah tidak pernah disajikan kembali lewat alamat mana pun dan disimpan dalam keadaan terenkripsi, jadi jangan berharap bisa mengunduh ulang KTP dari dashboard.
Langkah 3: KYC usaha
Usahanya sendiri, dan ini yang pertama dibaca peninjau. Pilihan paling atas menentukan isi sisanya: perorangan atau badan usaha.
- Nama tampilan dan kategori. Nama tampilan bukan sekadar label internal: nama itulah yang muncul di halaman pembayaran sebagai pihak yang dibayar, jadi tulis nama yang dikenali pembeli, bukan singkatan pribadi, dan tanpa PT atau CV di depannya.
- Tempat berjualan. Minimal satu link, boleh lebih, masing-masing dengan jenisnya: website, Instagram, TikTok, Facebook, Shopee, Tokopedia, atau lainnya. Ini yang pertama dibuka peninjau, karena dari situ terlihat apa yang dijual dan di mana pembeli menemukannya, dan itu yang menentukan kategori usahanya. Link yang tidak bisa dibuka adalah penyebab penolakan yang paling mudah dihindari.
- Cara pakai. Satu dua kalimat tentang bagaimana Kasera Pay akan dipakai, misalnya kirim link pembayaran lewat WhatsApp setelah order masuk. Wajib diisi, dan kalimat yang jelas mempercepat peninjauan.
- Rekening pencairan. Bank dan nomor rekening. Nama pemiliknya tidak diketik, melainkan diperiksa. Bagian ini yang paling sering menahan pencairan pertama, dan penyebabnya dibahas di bawah tersendiri.
Setelah persetujuan dicentang, tombol Kirim untuk ditinjau mengirim langkah kedua dan ketiga sebagai satu aplikasi. Begitu disetujui, identitas dan dokumennya dibekukan dan tidak bisa diganti sendiri. Sebelum itu, tulisan Data identitas sudah tersimpan di langkah ketiga punya tautan Ubah untuk kembali ke langkah kedua.
Jalur badan usaha: PT, CV, dan badan hukum lain
Memilih Badan usaha di bagian atas langkah ketiga menambah dua hal. Pertama, nama badan usaha sesuai akta, terpisah dari nama tampilan. Kedua, empat dokumen yang diunggah satu per satu, boleh foto atau PDF: SK Pendirian, SK Pernyataan, NPWP Perusahaan, dan NIB. Keempatnya disimpan terenkripsi seperti KTP dan hanya dibuka peninjau.
Yang berubah paling jauh adalah rekening pencairannya. Untuk badan usaha, rekening harus atas nama badan usaha itu, dan nama pemilik rekening dicocokkan dengan nama sesuai akta, bukan dengan KTP pengurus. Kalau bank menghilangkan kata PT di depan nama, itu tetap cocok. Rekening pribadi pengurus pada akun badan usaha justru ditandai tidak cocok. Pengurus yang mengajukan tetap melewati langkah kedua dengan KTP dan swafotonya sendiri, karena yang bertanggung jawab atas akun tetap satu orang.
Kecocokan nama rekening, penahan pencairan yang paling sering
Nama pemilik rekening dibandingkan dengan nama yang seharusnya: nama KTP untuk perorangan, nama sesuai akta untuk badan usaha. Perbandingan itu menyamakan huruf besar dan kecil serta merapikan spasi berlebih, dan menerima nama yang disingkat bank: “M RIZKY” cocok dengan “MUHAMMAD RIZKY PRATAMA”, selama urutan katanya sama dan minimal satu kata cocok utuh. Hasilnya salah satu dari tiga keadaan:
- Terverifikasi, ketika nama pemilik rekening cocok dengan nama yang seharusnya. Hanya keadaan ini yang meloloskan pencairan.
- Tidak cocok, ketika keduanya berbeda. Rekeningnya tetap tersimpan, tetapi uang tidak akan dikirim ke sana.
- Menunggu, ketika nama pemilik belum diketahui atau identitasnya belum lengkap sehingga belum ada pembanding. Keadaan ini juga menahan pencairan.
Yang membuat aturan ini terasa keras adalah kasus yang paling manusiawi: rekening atas nama suami atau istri, rekening lama atas nama orang tua, atau rekening toko pada akun perorangan. Ketiganya sah sebagai rekening, dan ketiganya akan ditandai tidak cocok. Karena itu rekening pencairan sebaiknya dipasang saat belum ada uang di dalam saldo, ketika salah tebak tidak menghentikan apa pun. Konsekuensi pencairannya sendiri, mulai dari ambang minimum sampai jadwalnya, ada di panduan pencairan dana.
Satu hal yang perlu diputuskan sekali dan benar: begitu aplikasinya dikirim, tujuan pencairan terkunci, apa pun status rekeningnya. Hanya ada satu tujuan pencairan per orang, dipakai bersama oleh semua usahanya. Pengaturan → Bisnis hanya menampilkannya, bukan mengubahnya, dan selama ada usaha yang sedang ditinjau atau aktif, menggantinya berjalan lewat support di halo@kasera.id. Aturan yang sama berlaku untuk identitasnya: pengurus yang punya usaha aktif tidak bisa mengubah data KTP-nya dari usaha kedua yang masih draf.
Lima status aplikasi dan giliran siapa masing-masing
Membaca status dengan benar menghemat pertanyaan, karena tiga di antaranya berarti tidak ada yang perlu dikerjakan pendaftar:
- Draf. Formulir belum dikirim. Ini giliran pendaftar, dan satu-satunya keadaan yang seluruh isinya masih bisa disunting bebas.
- Terkirim dan sedang ditinjau. Giliran Kasera. Tidak ada tombol yang mempercepatnya dan mengirim ulang tidak menambah antrean.
- Aktif. Disetujui. Pencairan terbuka selama rekeningnya juga terverifikasi.
- Ditolak. Giliran pendaftar lagi, kali ini beserta alasan penolakan yang ditampilkan di layar. Penolakan membuka kembali formulir dari langkah KYC pribadi, termasuk rekening pencairan, bukan hanya bagian yang bermasalah. Pemilik yang membuka Pengaturan → Bisnis pada keadaan draf atau ditolak langsung diarahkan ke sana, dan tim Kasera memeriksa rekeningnya lagi saat pengajuan berikutnya ditinjau.
Satu detail yang menghemat kebingungan saat mengirim ulang: nomor KTP dan nomor rekening disimpan dalam keadaan tersamar, hanya empat digit terakhir yang ditampilkan. Angka tersamar tidak bisa dikirim ulang apa adanya, jadi pada pengiriman ulang keduanya memang harus diketik lengkap sekali lagi. Itu bukan kesalahan formulir.
Sebelas kalimat yang menahan pencairan
Halaman pencairan menyebutkan alasannya secara langsung, bukan dengan pesan galat umum. Tiap kalimat menunjuk tindakan yang berbeda:
- Selesaikan aktivasi (KYC). Aplikasinya masih draf. Kembali ke formulir dan kirim.
- Aplikasi masih dalam peninjauan. Sudah terkirim. Tidak ada tindakan.
- Aplikasi ditolak, perbaiki dan kirim ulang. Baca alasan penolakannya lebih dulu, karena formulirnya terbuka dari langkah kedua dan bagian yang benar tidak perlu diubah.
- Tambahkan rekening pencairan. Belum ada rekening tersimpan sama sekali.
- Nama rekening tidak cocok dengan nama KYC. Bagian sebelumnya membahas ini seluruhnya, termasuk nama sesuai akta untuk badan usaha.
- Rekening masih diperiksa. Tersimpan tetapi belum terverifikasi.
- Akun ditangguhkan dan pencairan ditahan. Keduanya keputusan dari sisi Kasera dan diselesaikan lewat dukungan, bukan lewat formulir.
- Dana siap belum mencapai minimum, belum ada dana yang siap dicairkan, dan masih ada pencairan yang sedang berjalan. Tiga kalimat terakhir ini tidak ada hubungannya dengan verifikasi: semuanya soal keadaan saldo pada saat itu.
Urutan yang menghemat waktu paling banyak
Kesalahan urutan yang paling mahal adalah menunda langkah kedua dan ketiga sampai ada uang yang ingin dicairkan. Pada saat itu, kecocokan nama rekening dan peninjauan aplikasi berjalan sementara uangnya sudah tertahan, dan setiap perbaikan terasa mendesak. Urutan yang lebih tenang: selesaikan verifikasi dasar, lewati langkah kedua selagi KTP ada di tangan, lalu di langkah ketiga siapkan link tempat berjualan yang bisa dibuka dan rekening atas nama yang benar sebelum menekan kirim. Ketiganya bisa selesai sebelum pembeli pertama membayar.
Verifikasi juga bukan satu-satunya hal yang harus siap sebelum penjualan sungguhan dimulai, dan beberapa langkah lain memang tidak bisa diperbaiki setelah uang masuk. Urutan lengkapnya ada di checklist sebelum go-live. Kalau pertanyaan sebenarnya adalah apakah perseorangan tanpa badan usaha bisa memakai payment gateway sama sekali, jawaban lengkapnya ada di panduan payment gateway tanpa PT. Dan sebelum mengirim aplikasi, satu bacaan singkat yang layak: daftar kegiatan yang butuh persetujuan tertulis lebih dulu ada di kebijakan penggunaan terlarang, karena persetujuan itu bersifat mendahului, bukan menyusul.
Terakhir, verifikasi selesai untuk satu orang, bukan untuk satu perangkat. Setelah akun aktif, yang menentukan keamanannya adalah siapa saja yang bisa masuk ke dashboard, dan itu diatur terpisah lewat pengaturan akses tim.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah bisa menerima pembayaran sebelum KYC disetujui?
Bisa, dalam jumlah terbatas. Setelah email dan nomor WhatsApp terverifikasi, akun sudah bisa menerima pembayaran dan pembayaran yang masuk tercatat lunas seperti biasa. Dua hal yang belum terbuka: jatahnya masih jatah seumur akun, dengan jumlah permintaan dan nominal yang tercantum di pay.kasera.id/docs/verification, dan saldonya belum bisa dicairkan. Setelah jatah itu habis, pembuatan permintaan baru ditolak dengan unverified_count_cap atau unverified_amount_cap, dan menunggu hari berikutnya tidak membukanya karena jatah ini tidak dihitung ulang harian. Hanya KYC yang disetujui yang membuka keduanya sekaligus.
Apakah perlu PT atau CV untuk lolos verifikasi?
Tidak. Perorangan lolos dengan KTP miliknya sendiri dan rekening atas nama sendiri. Kalau usahanya memang berbentuk PT, CV, atau badan hukum lain, pilih Badan usaha di langkah KYC usaha: formulirnya meminta nama sesuai akta dan empat dokumen, yaitu SK Pendirian, SK Pernyataan, NPWP Perusahaan, dan NIB, dan rekening pencairannya harus atas nama badan usaha itu. Pemilik yang mengajukan tetap diverifikasi dengan KTP dan selfie sendiri.
Kenapa rekening bank ditandai tidak cocok padahal nomornya benar?
Yang dibandingkan bukan nomornya melainkan nama pemilik rekening terhadap nama yang seharusnya: nama KTP untuk perorangan, nama badan usaha sesuai akta untuk PT atau CV. Perbandingannya mengabaikan perbedaan huruf besar kecil dan spasi berlebih, dan menerima nama yang disingkat bank, misalnya M RIZKY untuk MUHAMMAD RIZKY PRATAMA, atau TOKO AHMAD SEJAHTERA untuk PT Toko Ahmad Sejahtera, selama urutan katanya sama dan minimal satu kata cocok utuh. Rekening atas nama pasangan, orang tua, atau nama toko pada akun perorangan akan selalu ditandai tidak cocok, dan status itu menahan pencairan meski rekeningnya tetap tersimpan.
Apakah verifikasi harus diulang untuk usaha kedua?
Tidak. Identitas melekat pada orang, bukan pada usaha, jadi pemilik yang identitasnya sudah lengkap dan menambah usaha kedua langsung masuk ke langkah KYC usaha: tidak melewati verifikasi dasar lagi dan tidak diminta mengunggah KTP untuk kedua kalinya. Yang tetap diisi untuk tiap usaha adalah data usahanya sendiri: nama, kategori, tempat berjualan, cara pakai, dan rekening pencairan. Pengecualiannya adalah aplikasi yang ditolak, karena penolakannya bisa saja menyangkut identitas itu sendiri, sehingga formulirnya terbuka kembali dari langkah KYC pribadi.
Kalau halaman di-reload di tengah jalan, apakah harus mulai dari awal?
Tidak. Email dan nomor tetap terverifikasi, foto dan dokumen yang sudah diunggah tetap tersimpan, dan isian langkah KYC pribadi tersimpan begitu tombol Lanjut ke data usaha ditekan. Yang hilang hanya isian yang belum sempat disimpan pada langkah yang sedang dibuka.