Perbandingan · Terbit · Diperbarui
Kasera Pay vs Xendit: biaya per transaksi, syarat masuk, dan batas nominal
Jawaban singkatnya ada di dua angka. Untuk QRIS, komponen persennya sama persis di kedua sisi, yaitu 0,7 persen, dan yang membedakan adalah komponen tetap: Rp 250 di Kasera Pay melawan Rp 4.000 biaya pemrosesan di Xendit yang berlaku mulai 1 Oktober 2026. Selisih Rp 3.750 itu tetap pada nominal berapa pun; sampai 30 September 2026, sebelum komponen tetap itu ada, Xendit justru lebih murah Rp 250 per transaksi. Sebaliknya, daftar channel Xendit jauh lebih panjang, dan pengajuan perorangan di Xendit hanya diizinkan sebagai sub-akun platform, bukan akun mandiri.
Kami membangun Kasera Pay, jadi ini perbandingan dari pihak yang punya kepentingan. Karena itu angka di kedua sisi dikutip dari halaman harga publik masing-masing pada 30 Agustus 2026 dan dibaca ulang 8 September 2026, dan bagian yang kalah disebutkan sejelas bagian yang menang. Perubahan tarif Xendit per 1 Oktober 2026, termasuk biaya-biaya lain yang berlaku pada tanggal yang sama, dibahas tersendiri di biaya pemrosesan Xendit mulai 1 Oktober 2026.
Biaya QRIS per nominal
Kedua halaman harga mencantumkan 0,7 persen sebagai komponen persen untuk QRIS, jadi persentase bukan tempat perbandingan ini diputuskan. Yang menentukan adalah biaya tetap per transaksi. Tabel berikut menghitung total biaya satu pembayaran QRIS yang berhasil dengan tarif Xendit yang berlaku mulai 1 Oktober 2026, beserta porsinya terhadap nominal. Satu catatan sebelum membacanya: Xendit menandai 0,70 persen miliknya sebagai sudah termasuk PPN, sedangkan perlakuan pajak atas komponen tetap di kedua sisi tidak dinyatakan pada halaman harga masing-masing, jadi angka akhir di rekening koran bisa bergeser sedikit.
| Nominal | Kasera Pay | Xendit | Selisih |
|---|---|---|---|
| Rp 25.000 | Rp 425 (1,7%) | Rp 4.175 (16,7%) | Rp 3.750 |
| Rp 100.000 | Rp 950 (0,95%) | Rp 4.700 (4,7%) | Rp 3.750 |
| Rp 500.000 | Rp 3.750 (0,75%) | Rp 7.500 (1,5%) | Rp 3.750 |
| Rp 2.000.000 | Rp 14.250 (0,71%) | Rp 18.000 (0,9%) | Rp 3.750 |
Baris pertama adalah inti persoalannya. Pada penjualan Rp 25.000, biaya pemrosesan tetap memakan 16,7 persen dari nominal, dan itu sebelum harga pokok apa pun dihitung. Inilah alasan Xendit sering disebut terlalu berat untuk usaha kecil: bukan karena persentasenya mahal, melainkan karena komponen tetapnya dirancang untuk transaksi bernominal besar. Semakin tinggi nominal rata-rata, semakin tidak relevan selisih ini. Pada nominal Rp 2.000.000 keduanya sudah berada di kisaran yang sama, dan pertimbangan lain menjadi lebih penting daripada biaya.
Tabel itu menghitung pembayaran yang berhasil, dan di situlah perbedaan kedua berada. Halaman kebijakan harga Xendit menyebut biaya pemrosesan berlaku pada semua percobaan transaksi, termasuk percobaan yang gagal, dan dokumentasi biayanya menyebut biaya metode dan biaya pemrosesan tetap ditahan pada transaksi yang di-refund, sementara refund-nya sendiri dikenai biaya pemrosesan lagi. Di Kasera Pay, syarat layanan menyebut biaya transaksi hanya dikenakan pada pembayaran yang berhasil: permintaan yang kedaluwarsa tanpa dibayar tidak ditagih. Pengembalian dana pada QRIS maupun Virtual Account berupa transfer manual dari rekening penjual, di luar Kasera Pay, dan biaya atas pembayaran aslinya tetap berlaku.
Perhitungan MDR QRIS per kategori usaha, termasuk perluasan MDR 0 persen yang berlaku 1 Oktober 2026, dibahas terpisah di biaya QRIS 2026. Perubahan itu berlaku pada jaringan pembayaran, dan apakah komponen persen di tarif masing-masing penyedia ikut turun adalah keputusan penyedia itu. Tarif Kasera Pay tetap 0,7 persen ditambah Rp 250 sampai diumumkan lain di halaman biaya. Kalau kedua penyedia menurunkannya, selisih Rp 3.750 dari komponen tetap tetap utuh dan justru menjadi porsi yang lebih besar dari total biaya.
Channel pembayaran
Di sini Xendit unggul jauh, dan tidak ada gunanya memutar kalimat. Tarif berikut dikutip dari halaman harga Xendit pada 30 Agustus 2026 dan dibaca ulang 8 September 2026, sudah termasuk biaya pemrosesan Rp 4.000 yang berlaku mulai 1 Oktober 2026 pada hampir semua channel mereka.
| Channel | Xendit | Kasera Pay |
|---|---|---|
| QRIS | Ada, 0,70% termasuk PPN, plus Rp 4.000 | Ada, 0,7% plus Rp 250 |
| Virtual Account | Ada, sepuluh bank, Rp 9.000 plus Rp 4.000 | Ada, delapan bank, nominal tetap tanpa komponen persen |
| E-wallet | Ada, mulai 2,00% untuk Astrapay dan Jenius Pay sampai 5,00% untuk GoPay merchant digital, semuanya plus Rp 4.000 | Belum |
| Alfamart, Indomaret | Ada, Rp 9.000 plus Rp 4.000 | Belum |
| Paylater | Ada, Akulaku 2,00%, Kredivo dan Indodana 2,30%, plus Rp 4.000 | Private preview, akun tertentu |
| Direct debit | Ada, kartu debit BRI 1,90% plus Rp 4.000 | Belum |
| Payout lewat API | Ada, 1,00% minimum Rp 2.500 plus Rp 4.000 | Belum, pencairan hanya ke rekening sendiri |
| Negara lain | Ada, Filipina, Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura, Hong Kong | Belum, hanya Indonesia |
Kesimpulan yang jujur dari tabel itu: kalau pembeli membayar dengan e-wallet non-QRIS atau di gerai retail, Kasera Pay tidak bisa melayaninya sama sekali, paylater baru dibuka untuk akun tertentu, dan create yang menyebut kode yang belum aktif di akun ditolak dengan 422 payment_method_unavailable. Daftar yang benar-benar aktif selalu ada di dokumentasi metode pembayaran. Perlu dicatat juga bahwa satu kode QRIS bisa dibayar dari aplikasi e-wallet dan mobile banking mana pun yang mendukung QRIS, jadi ketiadaan channel e-wallet tersendiri tidak berarti pengguna OVO atau DANA tidak bisa membayar.
Untuk Virtual Account, bentuk tarifnya juga berbeda, bukan hanya besarnya. Kasera Pay menagih Virtual Account sebagai nominal tetap tanpa komponen persen, dan angka yang berlaku untuk sebuah akun dikembalikan oleh GET /v1/payment_methods dalam bentuk percent_bps dan flat. Membaca daftar itu lebih aman daripada menuliskan tarif permanen di dalam kode.
Syarat masuk
Ini pembeda yang paling sering menentukan, dan paling jarang tertulis di halaman harga. Dokumentasi Xendit untuk dokumen bisnis Indonesia, yang tercatat diperbarui 7 Juli 2026, memuat catatan onboarding singkat: pengajuan perorangan hanya diizinkan bila berbentuk sub-akun xenPlatform. Daftar dokumen selengkapnya disajikan per jenis badan usaha dalam tabel tertanam di halaman yang sama. Praktisnya, seorang freelancer atau penjual perorangan tidak bisa membuka akun Xendit mandiri, melainkan perlu bernaung di bawah sebuah platform yang sudah menjadi akun induk.
Kasera Pay tidak mensyaratkan badan usaha. Ketentuan di syarat dan ketentuan menyebut usia minimal 17 tahun, KTP yang sah, dan bertindak untuk diri sendiri atau untuk usaha yang berwenang diwakili. Gerbang sebenarnya bukan entitas, melainkan dua tingkat verifikasi yang berbeda fungsinya: dengan email dan nomor WhatsApp terverifikasi sudah bisa menerima pembayaran, sementara untuk mencairkan dana diperlukan verifikasi penuh berupa nama sesuai KTP, NIK, foto KTP, selfie, dan rekening bank atas nama sendiri. Urutan ini dibahas lengkap di panduan payment gateway tanpa PT. Kriteria lain yang layak ditimbang sebelum memutuskan ada di panduan memilih payment gateway.
Batas nominal
Kasera Pay memberlakukan batas yang perlu diketahui sebelum memilih: minimum Rp 1.000 untuk QRIS dan Rp 10.000 untuk Virtual Account, serta maksimum Rp 10.000.000 per pembayaran, ditolak saat pembuatan dengan kode amount_too_small atau amount_too_large. Akun terverifikasi tidak punya batas total per hari. Angka yang berlaku ada di dokumentasi batas. Bagi penjual bernominal kecil batas ini tidak pernah tersentuh, tetapi bagi usaha dengan tagihan puluhan juta per transaksi batas ini adalah alasan yang cukup untuk memilih penyedia lain.
Model integrasi
Xendit menyediakan katalog produk yang luas: invoice, kartu tersimpan, langganan, xenPlatform untuk marketplace yang perlu memecah dana ke banyak penerima, dan payout untuk mengirim dana keluar. Cakupan sebesar itu berarti permukaan API yang besar pula.
Kasera Pay sengaja kecil. Satu create menghasilkan satu permintaan pembayaran, header Idempotency-Key adalah satu-satunya hal yang mencegah satu pesanan menjadi dua tagihan, statusnya diambil dari lima nilai tetap yaitu pending, succeeded, expired, canceled, dan failed, dan perubahannya dikirim sebagai webhook bertanda tangan (payment.paid, payment.expired, payment.failed) pada header Kasera-Signature-V1. Urutan langkahnya dari kunci API sampai webhook ada di panduan integrasi QRIS di website, dan jebakan pada retry dibahas di artikel Idempotency-Key.
Kapan memilih yang mana
Xendit lebih masuk akal bila pembeli perlu membayar dengan kartu, paylater, atau e-wallet di luar QRIS, bila ada kebutuhan mengirim dana keluar ke banyak penerima, bila transaksinya rutin melewati Rp 10 juta, bila operasinya lintas negara, atau bila entitas usahanya sudah berbadan hukum sehingga syarat dokumennya bukan hambatan.
Kasera Pay lebih masuk akal bila nominal rata-rata kecil sehingga biaya tetap Rp 4.000 terasa, bila pendaftarnya perorangan tanpa badan usaha, bila QRIS dan transfer bank sudah mencakup hampir semua pembeli, dan bila yang dicari adalah kepastian per transaksi tanpa perlu mengecek mutasi. Keduanya bisa hidup berdampingan: integrasi Kasera Pay cukup kecil untuk dipasang di samping gateway lain yang menangani channel yang belum ada di sini.
Untuk pembanding dengan bentuk biaya yang berbeda, yaitu tanpa komponen tetap besar pada QRIS tetapi dengan tarif Virtual Account per bank, perhitungan yang setara ada di perbandingan Kasera Pay dan Duitku.
Pertanyaan umum
Mana yang lebih murah untuk QRIS?
Kasera Pay, dengan selisih tetap Rp 3.750 per transaksi begitu biaya pemrosesan Xendit berlaku pada 1 Oktober 2026. Sampai 30 September 2026, sebelum komponen tetap itu ada, Xendit justru lebih murah Rp 250 per transaksi. Komponen persennya sama: 0,7 persen untuk QRIS di kedua sisi, menurut halaman harga masing-masing. Yang berbeda adalah komponen tetapnya, Rp 250 di Kasera Pay dan Rp 4.000 biaya pemrosesan di Xendit. Karena selisihnya tetap dan tidak tumbuh mengikuti nominal, tidak ada titik impas: Kasera Pay lebih murah pada setiap nominal, dan bobot selisihnya paling terasa pada penjualan bernominal kecil.
Apakah perorangan tanpa badan usaha bisa mendaftar di Xendit?
Tidak sebagai akun mandiri. Halaman dokumen bisnis Indonesia di dokumentasi Xendit, yang tercatat diperbarui 7 Juli 2026, memuat catatan onboarding bahwa pengajuan perorangan hanya diizinkan bila berbentuk sub-akun xenPlatform. Artinya perorangan perlu bernaung di bawah akun induk berupa platform, bukan mendaftar sendiri. Kasera Pay tidak mensyaratkan badan usaha: syaratnya usia minimal 17 tahun dan KTP yang sah, bertindak untuk diri sendiri atau untuk usaha yang berwenang diwakili.
Channel apa saja yang ada di Xendit tetapi belum ada di Kasera Pay?
Banyak, dan ini kekalahan yang jelas. E-wallet seperti OVO, DANA, GoPay, ShopeePay, LinkAja, Astrapay, dan Jenius Pay, pembayaran di gerai retail Alfamart dan Indomaret, paylater seperti Akulaku, Kredivo, dan Indodana (di Kasera Pay baru dibuka untuk akun tertentu), kartu kredit, direct debit kartu debit BRI, cicilan kartu, serta produk payout untuk mengirim dana keluar lewat API. Xendit juga beroperasi di Filipina, Thailand, Malaysia, Vietnam, Singapura, dan Hong Kong. Kasera Pay melayani QRIS dan Virtual Account delapan bank, semuanya di Indonesia.
Apakah Xendit menagih biaya untuk pembayaran yang gagal atau di-refund?
Ya, mulai 1 Oktober 2026. Halaman kebijakan harga Xendit menyebut biaya pemrosesan berlaku pada semua percobaan transaksi, termasuk percobaan yang gagal, dan dokumentasi biayanya menyebut biaya metode dan biaya pemrosesan tetap ditahan pada transaksi yang di-refund, sementara refund-nya sendiri dikenai biaya pemrosesan lagi. Di Kasera Pay, biaya transaksi hanya dikenakan pada pembayaran yang berhasil; permintaan yang kedaluwarsa tidak ditagih, dan refund tidak dikenai biaya terpisah meski biaya atas pembayaran aslinya tetap berlaku.
Berapa batas nominal di Kasera Pay?
Nominal minimum Rp 1.000 untuk QRIS dan Rp 10.000 untuk Virtual Account, dengan maksimum Rp 10.000.000 per pembayaran; akun terverifikasi tidak punya batas total per hari. Melewati batas itu ditolak saat pembuatan dengan kode amount_too_small atau amount_too_large. Batas ini nyata dan perlu diperhitungkan: proyek atau penjualan di atas Rp 10 juta harus dipecah menjadi beberapa pembayaran.
Apakah tarif di halaman ini pasti yang berlaku hari ini?
Belum tentu. Angka Xendit dikutip dari halaman harga di situs mereka pada 30 Agustus 2026 dan dibaca ulang 8 September 2026; biaya pemrosesan Rp 4.000 di dalamnya berlaku mulai 1 Oktober 2026 menurut halaman kebijakan harga Xendit. Halaman harga itu mencantumkan tarif standar yang bisa berbeda dari tarif hasil negosiasi pada akun tertentu. Angka Kasera Pay dikutip dari halaman harga Kasera Pay pada tanggal yang sama. Sebelum memutuskan, cek ulang kedua halaman.
Bentuk integrasinya sendiri, dari membuat permintaan pembayaran sampai verifikasi otomatis lewat webhook, dirangkum di API QRIS Kasera Pay.
Bandingkan dengan gateway lain
- Kasera Pay vs Bayarind
- Kasera Pay vs DOKU
- Kasera Pay vs Duitku
- Kasera Pay vs Durianpay
- Kasera Pay vs Faspay
- Kasera Pay vs Finpay
- Kasera Pay vs InterActive QRIS
- Kasera Pay vs iPaymu
- Kasera Pay vs KlikQRIS
- Kasera Pay vs LinkQu
- Kasera Pay vs Mayar
- Kasera Pay vs Midtrans
- Kasera Pay vs Moota
- Kasera Pay vs Pakasir
- Kasera Pay vs Paydia
- Kasera Pay vs Sakurupiah
- Kasera Pay vs TriPay