Panduan · Terbit · Diperbarui
Menerima pembayaran dari pembeli di luar Indonesia: siapa yang tetap bisa membayar, dan rupiah sebagai satu-satunya mata uang
Jawaban singkatnya lebih sempit daripada yang biasanya diharapkan, dan lebih baik diketahui sebelum menjanjikan apa pun kepada pembeli. Kedua metode di Kasera Pay, QRIS dan Virtual Account, mengandaikan pembayar yang memegang rekening atau aplikasi pembayaran Indonesia. Mata uangnya selalu rupiah, tanpa pengecualian. Pencairannya selalu ke rekening bank Indonesia. Untuk pembeli yang benar-benar tidak punya keduanya, jawabannya sebagian bukan produk ini, dan mengetahui batas itu lebih awal lebih murah daripada mengetahuinya di tengah transaksi.
Panduan ini menjelaskan siapa yang tetap bisa membayar, dua jalur yang sering dikira bekerja padahal tidak, batas nominal yang mengenai pesanan lintas negara, dan bentuk kebutuhan yang memang harus dicari di tempat lain.
Siapa yang tetap bisa membayar
Kedua metode di Kasera Pay bertumpu pada sistem pembayaran Indonesia: Virtual Account terbit pada delapan bank Indonesia, dan QRIS dibayar dari aplikasi bank atau dompet digital yang terhubung ke sistem pembayaran Indonesia. Daftar metode yang berlaku hari ini bisa diperiksa sendiri kapan saja di daftar metode pembayaran.
Yang bekerja lintas negara adalah pembeli yang memegang aplikasi Indonesia meski sedang berada di luar negeri, dan itu lebih banyak daripada yang biasanya diperkirakan: pekerja dan pelajar Indonesia di luar negeri umumnya masih memegang aplikasi mobile banking atau dompet digital Indonesia, dan keduanya membayar QRIS maupun Virtual Account seperti biasa. Karena itu pertanyaan pertama bukan “pembelinya di mana”, melainkan “pembelinya memegang aplikasi apa”.
Untuk pembeli yang benar-benar tidak memegang keduanya, tidak ada jalur di Kasera Pay hari ini. Pilihannya adalah jalur perbankan atau pengiriman uang lintas negara, di luar produk ini, dan sebaiknya disepakati sejak penawaran.
Rupiah adalah satu-satunya mata uang, dan itu mengubah cara memberi harga
Nominal pada permintaan pembayaran dinyatakan dalam rupiah. Respons dan notifikasi otomatis mengembalikan currency berisi IDR, dan plugin WooCommerce resminya menyembunyikan diri pada toko yang mata uangnya bukan IDR, yang merupakan cara paling jelas untuk melihat bahwa ini bukan setelan melainkan batas produk.
Tiga akibat praktisnya, dan ketiganya sebaiknya diselesaikan di halaman penawaran, bukan saat pembeli sudah siap membayar:
- Angka yang mengikat adalah angka rupiah. Perkiraan dalam mata uang lain boleh dicantumkan sebagai keterangan, tetapi sebaiknya diberi tanggal dan disebut sebagai perkiraan, karena kursnya bergerak dan yang ditagih tetap rupiah.
- Konversi dan biayanya bukan milik penjual. Pembeli yang mengisi rekening atau dompet digital Indonesianya dari mata uang lain membayar konversi dan biayanya di bank atau layanan yang dipakainya, sehingga ongkos yang dirasakan pembeli hampir selalu berbeda tipis dari perkiraan mana pun yang dicantumkan. Menjanjikan angka persis dalam mata uang asing adalah janji yang tidak bisa ditepati siapa pun dari sisi penjual.
- Pembulatan harga sebaiknya dilakukan di sisi rupiah. Harga yang lahir dari konversi biasanya berakhir pada angka ganjil yang terlihat seperti kesalahan. Menetapkan harga rupiah yang rapi lebih baik daripada menerjemahkan harga mata uang lain setiap kali kurs bergeser.
Dua jalur yang sering dikira bekerja
Virtual Account. Nomor Virtual Account terbit pada delapan bank Indonesia, dan yang membayarnya harus bisa melakukan transfer antar bank di dalam Indonesia. Pembeli yang hanya memegang rekening bank di negara lain tidak punya jalan masuk ke sana. Perbandingan lengkap bentuk dan biayanya terhadap QRIS ada di panduan memilih QRIS atau Virtual Account.
QRIS. Ini yang paling sering menimbulkan salah paham, jadi jawabannya perlu dinyatakan persis. Apakah sebuah aplikasi pembayaran terbitan negara lain bisa memindai satu kode QRIS ditentukan oleh aplikasi pembayar itu sendiri dan oleh jaringan pembayaran di belakangnya, bukan oleh akun penjual dan bukan oleh sesuatu yang bisa dinyalakan dari sisi penjual. Karena itu QRIS tidak bisa dijanjikan sebagai jalur pembayaran untuk pembeli di luar negeri, dan penawaran yang menjanjikannya berisiko berakhir dengan pembeli yang gagal membayar di menit terakhir.
Ada satu keadaan yang justru bekerja mulus dan sering terlewat: pembeli yang berada di luar negeri tetapi tetap memegang aplikasi pembayaran atau rekening Indonesia, misalnya pekerja atau pelajar Indonesia di luar negeri, membayar persis seperti pembeli domestik. Begitu pula pesanan dari luar negeri yang pembayarnya adalah kerabat atau mitra di Indonesia. Untuk dua kelompok ini, QRIS maupun Virtual Account bekerja seperti biasa. Menanyakan siapa yang akan membayar, bukan di mana pembeli berada, adalah pertanyaan yang menentukan apakah pembayarannya bisa berjalan di sini sama sekali.
Plafon nominal, yang lebih sering mengenai pesanan lintas negara
Nominal maksimum satu pembayaran default-nya Rp 10.000.000, dan tidak ada batas total per hari untuk akun terverifikasi. Nilai default lengkapnya beserta kode penolakannya ada di referensi batas dan laju, dan nilainya dapat berbeda per akun.
Angka itu jarang terasa pada penjualan eceran domestik, tetapi pesanan lintas negara cenderung lebih besar: pemesanan grosir, karya pesanan, atau jasa yang ditagih per proyek. Pesanan yang melewati plafon harus dipecah menjadi beberapa pembayaran, dan pemecahan paling aman mengikuti termin yang sudah disepakati sejak awal, misalnya uang muka lalu pelunasan saat barang siap kirim. Menyiapkan termin sejak penawaran jauh lebih rapi daripada menjelaskan kepada pembeli di zona waktu berbeda bahwa tagihannya harus dibagi.
Uangnya tetap mendarat di rekening Indonesia
Apa pun asal pembayarnya, hasilnya masuk ke saldo dalam rupiah dan dicairkan ke rekening bank Indonesia atas nama orang yang menyelesaikan verifikasi. Tidak ada penyimpanan saldo dalam mata uang lain dan tidak ada pencairan ke rekening di luar Indonesia. Jadwal, ambang minimum, dan biaya pencairannya sama persis dengan pembayaran domestik, dan dijelaskan terpisah di panduan pencairan dana.
Konsekuensi yang perlu dipikirkan penjual yang biayanya juga dalam mata uang asing, misalnya membayar lisensi atau iklan dalam dolar: pendapatan masuk sebagai rupiah, lalu dikonversi lagi saat dibelanjakan. Konversi dua arah itu punya ongkos, dan ongkosnya tidak muncul di tabel tarif mana pun.
Kebutuhan yang memang berada di luar jangkauan produk ini
Menjawab pertanyaan ini dengan jujur lebih berguna daripada memaksakan satu jalur. Tiga bentuk kebutuhan berikut tidak dilayani, dan penjual yang membutuhkannya sebaiknya mencari di kategori yang berbeda sejak awal:
- Menetapkan harga dan menagih dalam mata uang asing. Membutuhkan penyedia yang memang menyimpan dan menagih multi mata uang.
- Menerima transfer bank internasional langsung. Bentuknya adalah rekening bank yang bisa menerima transfer luar negeri, atau layanan pengiriman uang lintas negara, bukan payment gateway domestik.
- Menahan pendapatan dalam valuta asing. Membutuhkan rekening atau dompet multi mata uang, yang berada di kategori produk yang sama sekali lain.
Susunan yang paling sering masuk akal untuk penjual Indonesia dengan sebagian pembeli di luar negeri adalah memisahkan keduanya sejak penawaran: tautan pembayaran Kasera Pay untuk pembeli yang memegang aplikasi Indonesia, dan jalur perbankan atau pengiriman uang untuk pembeli yang tidak, berapa pun nominalnya.
Urutan menyiapkan penawaran lintas negara
- Tanyakan siapa yang akan membayar dan dengan apa. Pembayar yang ternyata memegang aplikasi Indonesia membayar seperti pembeli domestik, dan pertanyaan itu menutup sebagian besar kasus.
- Tetapkan harga dalam rupiah, dan cantumkan perkiraan mata uang lain sebagai keterangan bertanggal kalau memang diperlukan.
- Kalau pembayarnya tidak memegang aplikasi pembayaran Indonesia, siapkan jalur perbankan sejak penawaran, bukan setelah tagihan dikirim.
- Pecah pesanan di atas plafon menjadi termin sejak penawaran, bukan setelah tagihan ditolak.
- Simpan bukti pesanan dan bukti serah terima sejak hari pertama. QRIS dan Virtual Account tidak bisa ditarik kembali, tetapi komplain tetap datang dan hanya catatan yang menjawabnya. Urutan menanganinya ada di panduan menangani sengketa dan komplain pembeli.
Pertanyaan yang sering muncul
Apakah pembeli di luar negeri bisa membayar tagihan Kasera Pay?
Bisa, selama pembayarnya memegang aplikasi pembayaran Indonesia. Kedua metode yang aktif mengandaikan hal itu: Virtual Account terbit pada delapan bank Indonesia, dan QRIS dipindai dari aplikasi yang terhubung ke sistem pembayaran Indonesia. Keduanya tetap bekerja dari mana pun pembayarnya berada selama aplikasinya ada di tangannya. Pembeli yang tidak memegang aplikasi Indonesia sama sekali tidak punya jalur di Kasera Pay, dan pembayarannya perlu diselesaikan lewat jalur perbankan di luar produk ini.
Bisakah harga ditetapkan dalam dolar atau mata uang lain?
Tidak. Nominal permintaan pembayaran dinyatakan dalam rupiah, respons dan webhook mengembalikan currency IDR, dan plugin WooCommerce resminya menyembunyikan diri pada toko yang mata uangnya bukan IDR. Harga yang ditampilkan ke pembeli di luar negeri boleh saja dicantumkan sebagai perkiraan dalam mata uang lain di halaman penjual sendiri, tetapi yang ditagih tetap angka rupiah, dan konversinya dilakukan bank atau aplikasi pembayar beserta biayanya sendiri.
Berapa nominal terbesar yang bisa ditagih dalam satu pembayaran?
Default-nya Rp 10.000.000 per pembayaran, tanpa batas total per hari untuk akun terverifikasi. Nilainya dapat berbeda per akun. Pesanan ekspor yang melewati angka itu harus dipecah menjadi beberapa pembayaran, dan pemecahannya sebaiknya mengikuti termin yang sudah disepakati, bukan sekadar agar lolos plafon.
Ke mana uangnya dicairkan kalau pembelinya di luar negeri?
Ke rekening bank Indonesia atas nama orang yang menyelesaikan verifikasi, sama seperti pembayaran dari dalam negeri, dan dalam rupiah. Tidak ada pencairan ke rekening bank di luar Indonesia dan tidak ada penyimpanan saldo dalam mata uang lain, sehingga produk ini tidak menjawab kebutuhan penjual yang ingin menahan pendapatannya dalam valuta asing.